Walikota Meresmikan Alun – Alun Kota Depok

GDC, penadepok.com – Ribuan warga Kota Depok tumplek jadi satu di acara peresmian Alun-Alun Kota Depok yang berlokasi di Jalan Raya Boulevard Grand Depok City (GDC), Cilodong, Kota Depok, Minggu (12/01/2020).

Peresmian Alun-Alun Kota Depok oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris ditandai dengan pemukulan gendang secara bersama oleh Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna, Dandim 0508/Depok Kolonel Agus Isrok Mikroj, Kapolres Depok Kombes Azis Andriansyah serta Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari.

Dikatakan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, pembangunan Alun-Alun Kota Depok ini dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama dimulai pada tahun 2018 dan pembangunan tahap kedua dilakukan tahun 2019.

“Alhmadulillah….awal tahun 2020 ini Alun-Alun Kota Depok selesai pembangunannya dan hari ini, Minggu (12/01/2020) diresmikan,” ujar Mohammad Idris.

Dikatakan Idris, untuk pembiayaan pembangunan alun-alun dari tahap awal hingga akhir, pihaknya menyediakan anggaran Rp 160 Miliar. Anggaran tersebut, jelas Idris, murni menggunakan APBD Kota Depok.

“Hampir Rp 160 miliar untuk kontruksi. Kalau tanah beda lagi. Keseluruhan 200 miliar, APBD murni,” jelasnya.

Sedangkan Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, Alun-Alun kota Depok yang baru saja diresmikan tersebut menyediakan berbagai sarana. Diantaranya sarana olahraga, sosial, budaya dan fasilitas lainnya untuk masyarakat Depok.

“Seluruh fasilitas ini untuk masyarakat Depok dan ini merupakan pemenuhan janji kampanye kami. Dan sampai saat ini sudah 90 persen janji (kampanye) kami sudah selesaikan. Dan sisanya akan segera kami selesaikan,” kata Pradi Supriatna.

Disamping hiruk pikuk masyarakat Depok saat menikmati alun – alun yang baru saja diresmikan, masih ada suara – suara sumbang tentang lokasi dibangunnya alun – alun ini.

Lokasi di GDC dianggap tidak adil bagi warga yang tinggal di wilayah barat, karena letaknya jauh masuk di dalam komplek perumahan.

Seharusnya alun – alun itu berada di tengah kota dan dekat dengan kantor pemerintahan, misalnya lokasi bekas terminal lama.

Pendapat itu pula yang diutarakan oleh salah satu anggota dewan yang tidak mau disebutkan namanya.

Selain lokasi yang masih diperbincangkan, peresmian ini terkesan dipaksakan karena saat diresmikan terlihat sudah ada kerusakan di beberapa titik. (Icha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *