DEPOK, penadepok.com – Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia yang jatuh setiap 22 Maret, PT Tirta Asasta Depok menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan melalui kegiatan susur sungai, penanaman pohon dan pembersihan bantaran Kali Ciliwung, Selasa (31/03/2026).
Kegiatan ini berhasil mengangkat lebih dari 10 ton sampah dari area sungai, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan sumber air baku.
Direktur PT Tirta Asasta Depok, M. Olik Abdul Holik, menegaskan bahwa Kali Ciliwung memiliki peran vital sebagai “nadi air” bagi Kota Depok.
Sekitar 90 persen air baku yang diolah oleh perusahaan berasal dari sungai tersebut, sehingga menjaga kebersihan dan kelestariannya menjadi prioritas utama.
“Alhamdulillah, dari kegiatan ini kami berhasil mengangkat lebih dari 10 ton sampah. Ini menjadi pengingat bahwa kondisi sungai masih membutuhkan perhatian serius dari semua pihak,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya melibatkan karyawan internal, tetapi juga diikuti oleh pelajar, komunitas pecinta lingkungan, serta berbagai elemen masyarakat dari wilayah Jabodetabek dengan total ratusan peserta.
Selain aksi bersih sungai, kegiatan juga diisi dengan edukasi kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, agar tidak membuang sampah sembarangan.
Apresiasi terhadap kegiatan ini juga disampaikan oleh Ketua komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, yang menilai aksi Telusur Ciliwung sebagai langkah nyata, strategis, dan penuh makna dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air di Kota Depok.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan aksi konkret yang melibatkan ratusan peserta untuk turun langsung membersihkan sungai.
“Kami di DPRD akan terus mendukung upaya penguatan sumber air baku, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, DPRD, dan masyarakatdalam menjaga kelestarian lingkungan.
Aksi susur sungai, pembersihan sampah, hingga edukasi publik menjadi bagiandari upaya bersama dalam menjaga ekosistem Ciliwung darihulu hingga hilir.
Lebih lanjut, Olik menyampaikan bahwa keberadaan sampah di sungai tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional pengolahan air bersih, seperti tersumbatnya pompa produksi.
“Kami berharap ke depan kegiatan ini dapat dilakukan lebih sering, tidak hanya saat Hari Air Sedunia, tetapi juga pada momentum lain seperti Hari Lingkungan Hidup, Hari Bumi, maupun Hari Ciliwung,” tambahnya.
Sebagai bentuk kolaborasi, PT Tirta Asasta Depok juga menggandeng komunitas lingkungan dan berbagai stakeholder untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa menjaga sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, perwakilan Dewan Komisaris PT Tirta AsastaDepok, Hendra Dimun, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap Ciliwung. Meskipun sampah tidak bisa diselesaikan dalam satu hari, setidaknya ini menjadi langkah konkret dalam mengurangi pencemaran, khususnya sampah plastik,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini unsur Pemerintah Kota Depok, di antaranya Asisten Perekonomian dan Pembangunan, kepala OPD, serta berbagai komunitas dan organisasi lingkungan.
Melalui kegiatan ini, PT Tirta Asasta Depok menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas sumber air dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat Kali Ciliwung demi keberlanjutan lingkungan dan ketersediaan air bersih bagi generasi mendatang.





